MALANG – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan, S.H., M.H., kembali menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI untuk sesi kedua di Desa Pandansarilor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan tahap kedua ini mengusung tema “Penguatan Ideologi Pancasila dan Disiplin Kolektif sebagai Pilar Persatuan Bangsa” dan dihadiri oleh puluhan warga, tokoh pemuda, serta perangkat desa setempat.

Dalam paparannya, Ahmad Irawan menjelaskan bahwa sosialisasi ini difokuskan pada aspek implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui penguatan disiplin kolektif. Menurutnya, pemahaman ideologi saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan kedisiplinan bersama dalam menjalankan nilai-nilai tersebut.

“Ideologi Pancasila baru akan menjadi kekuatan jika kita semua disiplin mengamalkannya. Disiplin kolektif ini mulai dari hal sederhana seperti disiplin waktu dalam kegiatan kemasyarakatan, disiplin menjaga lingkungan, hingga disiplin dalam bermedia sosial agar tidak menyebarkan konten yang memecah belah,” ujar Ahmad Irawan di hadapan peserta.

Legislator Fraksi Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa persatuan bangsa saat ini menghadapi tantangan yang kompleks. Di era keterbukaan informasi, disiplin kolektif menjadi kunci untuk menjaga kohesi sosial dan mencegah terjadinya perpecahan akibat perbedaan pilihan politik maupun sentimen primordial.

“Ketika kita semua disiplin mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan, di situlah Pancasila benar-benar hidup. Ini adalah perisai kita menghadapi berbagai ancaman disintegrasi,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Pandansarilor ini berjalan interaktif. Warga antusias berdiskusi tentang bagaimana membangun disiplin kolektif di tingkat desa, mulai dari ketertiban administrasi kependudukan hingga partisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong.

Masyarakat Desa Pandansarilor mengapresiasi komitmen Ahmad Irawan yang secara konsisten membina warganya melalui sosialisasi Empat Pilar secara bertahap. Pihaknya berharap kegiatan ini dapat memperkuat karakter kebangsaan masyarakat desa yang semakin heterogen akibat perkembangan digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *