
MALANG – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Fraksi Partai GOLKAR, Ahmad Irawan, S.H., M.H. , menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Sumber Agung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Mengusung tema “Pilar Bhinneka Tunggal Ika: Ramadhan, Merayakan Perbedaan, Menebar Kedamaian”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya, Ahmad Irawan menekankan bahwa Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya semboyan di buku teks, tetapi merupakan pedoman hidup berbangsa yang harus diimplementasikan dalam keseharian.
“Bulan Ramadhan adalah momentum tepat untuk merayakan perbedaan. Umat Muslim menjalankan ibadah puasa, sementara saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan tetap beraktivitas dengan saling menghormati. Inilah wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika. Mari kita tebarkan kedamaian, bukan permusuhan, di desa kita tercinta, Sumber Agung,” ujar
Ahmad Irawan di hadapan puluhan warga yang hadir di balai desa.
Kegiatan yang berlangsung dari sore hari, disela buka puasa dan dilanjutkan hingga pukul 20.00 WIB itu dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga lintas generasi. Dalam sesi dialog interaktif, Ahmad Irawan menjelaskan secara komprehensif tentang Empat Pilar MPR RI, yaitu:1. Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa,
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara,
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang mutlak,
4. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu.
Lebih lanjut, politisi muda Partai GOLKAR itu mengingatkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, potensi perpecahan sering kali muncul. Oleh karena itu, nilai-nilai Ramadhan seperti empati, kesabaran, dan pengendalian diri harus menjadi benteng bagi masyarakat Sumber Agung agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
“Perbedaan itu sunnatullah, tapi jangan sampai merusak tali persaudaraan kita. Mari jadikan Ramadhan ini sebagai wahana untuk menebarkan kebaikan dan memperkuat ukhuwah, baik ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah insaniyah,” tambahnya.
Salah satu warga yang hadir, Mariono mengaku senang dengan adanya sosialisasi ini. “Kami jadi lebih paham bahwa berbeda itu tidak masalah asalkan tetap rukun. Apalagi di bulan puasa, ilmu ini sangat berguna untuk mengajari anak-anak kami di rumah,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan pembagian bingkisan Ramadhan kepada warga sebagai bentuk berbagi di bulan suci Ramadhan.