JATIMTIMES – Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Irawan meyakini kebijakan yang dikeluarkan Presiden RI Prabowo Subianto mampu membawa dampak positif bagi masyarakat. Hanya, pada masa transisi saat ini memang dibutuhkan adaptasi dan penyesuaian. 

Ahmad Irawan saat berkunjung ke Kota Malang baru-baru ini mengungkapkan bahwa kebijakan yang saat ini dikeluarkan merupakan kebijakan transisional.  Masyarakat yang masih lekat dengan kebijakan Presiden ke-7 Joko Widodo belum mengerti dan mengetahui lebih dalam terkait kebijakan yang diambil Prabowo Subianto. 

“Mungkin secara politik kebijakan, setiap presiden kan beda-beda. Pak Jokowi mungkin punya fokus ke hal-hal yang sifatnya pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya. Sementara Pak Prabowo juga punya alternatif kebijakan berbeda,” kata legislator dari Dapil Malang Raya tersebut. 

Oleh karena itu, saat ini postur anggaran yang ada di pemerintahan pusat berbeda dengan saat masih di bawah pimpinan  Presiden Joko Widodo. Tapi, Irawan meyakini bahwa ke depan postur anggaran akan berubah seiring berjalannya waktu. 

“Kemungkinan ke depan kami sudah akan membahas kembali terkait dengan APBN perubahan dan juga termasuk postur anggaran di tahun 2026,” ungkap politikus Partai Golkar itu. 

Irawan pun menjelaskan bahwa visi misi Prabowo Subianto saat ini memang fokus pada peningkatan kemampuan fiskal Indonesia. Sehingga harapan ke depan, Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara maju.  “Saya kira dengan visi misi presiden bisa meningkatkan kemampuan fiskal negara ini,” ucap Irawan. 

Lebih dalam, melalui instruksi presiden (inpres) yang baru saja dikeluarkan terkait efisiensi, menurut Irawan, publik memahami hal tersebut sebagai efisiensi anggaran. Namun di dalamnya, Irawan mengaku bahwa nantinya akan berdampak positif terutama kepada jangka panjang pertumbuhan ekonomi. 

“Kaitannya dengan target pertumbuhan ekonomi kita itu sampai 8 persen. Meskipun banyak yang mengatakan ekonomi kita hanya bisa sampai pada 6 persen. Tapi kalau kita bisa tunggu 8 persen, itu bisa menyerap tenaga kerja yang luar biasa. Mudah-mudahan alternatif kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo dan Pak Gibran itu bisa memberikan dampak positif,” ujar Irawan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *