
MALANG – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari Fraksi Partai GOLKAR, Ahmad Irawan, S.H., M.H. , menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang bertempat di Aula Wisata Lembah Dali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, pada Minggu, 15 Maret 2026.
Mengusung tema “Pilar Pancasila: Menjiwai Nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan di Bulan Ramadhan” , kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai luhur Pancasila, khususnya sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) dan sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab), yang sangat relevan dengan suasana ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya, Ahmad Irawan menegaskan bahwa bulan Ramadhan adalah sekolah spiritual yang mengajarkan pengendalian diri, empati, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini sejatinya merupakan cerminan dari Pancasila itu sendiri.
“Pancasila tidak bisa dipisahkan dari kehidupan beragama dan kemanusiaan. Di bulan Ramadhan, umat Islam berpuasa untuk meningkatkan ketakwaan (nilai Ketuhanan), sekaligus didorong untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan (nilai Kemanusiaan). Inilah bukti bahwa Pancasila hidup dalam keseharian kita, bukan sekadar hafalan,” ujar Ahmad Irawan di hadapan 150 peserta yang memenuhi Aula Wisata Lembah Dali.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa se-Kecamatan Lawang, serta masyarakat umum. Dalam pemaparannya, Ahmad Irawan menjelaskan secara rinci hubungan antara ibadah Ramadhan dengan nilai-nilai Pancasila, di antaranya:
1. Sila Pertama (Ketuhanan) : Puasa memperkuat hubungan vertikal manusia dengan Tuhan, yang menjadi fondasi moral bagi sila-sila lainnya.
2. Sila Kedua (Kemanusiaan) : Rasa lapar dan haus selama berpuasa menumbuhkan kepekaan terhadap penderitaan orang lain, mendorong perilaku adil dan beradab.
Selain itu, ia juga menyampaikan pentingnya tiga pilar lainnya (UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) sebagai penopang utama kehidupan berbangsa yang harmonis.
“Kecamatan Lawang dikenal sebagai wilayah yang plural. Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk semakin memperkuat persaudaraan antarkeluarga, antartetangga, antaragama, dan antargolongan. Jangan sampai perbedaan kecil dijadikan alasan untuk saling menjatuhkan,” tegas politisi muda Partai GOLKAR itu.
Salah satu peserta, Syamsuddin, tokoh agama dari Desa Lawang, menyampaikan apresiasinya. “Kegiatan ini sangat baik. Saya sebagai pengasuh pondok pesantren akan menyampaikan kembali materi ini kepada santri-santri saya. Pancasila dan agama tidak pernah bertentangan, justru saling menguatkan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif, dilanjutkan dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat sebagai wujud nyata kepedulian sosial di bulan Ramadhan.